"A thousand may fall at your side,
And ten thousand at your right hand;
But it shall not come near you. " (Psalm 91:7)

Monday, June 13, 2016

Menuju Tatanan Dunia Baru - Film part 7



6. Penganiayaan diperkenalkan
Saat menara Babel dibangun, Nimrod memimpin seluruh wilayah Babel secara otokrasi (bukan demokrasi) yaitu bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipenggang oleh satu orang. Istilah otokrasi diambil dari bahasa Yunani autokratĂ´r yang secara harafiah berarti “berkuasa sendiri” atau “penguasa tunggal”.


Berhubung sangat sulit menyatukan banyak orang untuk mempercayai seseorang menjadi pemimpinnya, akhirnya Nimrod (dan juga pemimpin dunia manapun) menerapkan cara-cara “kasar” agar semua orang tunduk kepadanya, dan mau dipimpin dan menuruti segala peraturan yang dibuat Nimrod. Ini menjadikan Nimrod sebagai pemimpin diktator, yaitu seorang pemimpin yang memerintah secara otoriter/tirani dan menindas rakyatnya sendiri. Dengan keperkasaannya, Nimrod memimpin pemerintahan absolut yang otokratis yang tidak dibatasi oleh hukum, konstitusi atau faktor-faktor sosial dan politis lainnya, bahkan ia juga menjadi pemimpin agama Babel dimana itu berarti segala penyembahan agamawi di Babel berpusat kepadanya.

Seperti yang biasa terjadi di negara tirani yang dipimpin seorang diktator, maka untuk memastikan seluruh rakyatnya menuruti peraturan dan untuk menghindari pemberontakan, Nimrod dan orang-orang kuat disekitarnya membuat garda atau pasukan-pasukan khusus yang siap mengamankan siapa saja yang berani membangkang pemerintahan tunggal Nimrod. Garda ini menghalalkan segala cara untuk memastikan bahwa setiap orang secara politis mau menuruti peraturan pemimpinnya dan secara agama mau menyembah Nimrod. Cara-cara yang dimaksud adalah cara-cara penyiksaan yang mengerikan (torture). Jika kita melihat alat penghukuman kekaisaran Romawi yang berupa hukuman mati di kayu salib, seperti yang Tuhan Yesus alami untuk menyelamatkan manusia adalah salah satu cara penyiksaan peninggalan Babel.
Nimrod adalah diktator dunia pertama. Sebagai diktator, Nimrod akan berusaha untuk menyiksa dan membunuh semua orang yang tidak mau bekerja sama dan selaras dengan rencananya untuk menjadikan dirinya pemimpin tunggal. Inilah cara Nimrod memastikan dirinya menjadi pemimpin yang dihormati, disembah, ditinggikan dan DITAKUTI.

Pembawa damai menjadi diktator terakhir
Hari-hari ini kita berada di akhir dari akhir jaman, iblis sedang membangun kembali “kota Babel” yang pembangunannya sempat terhenti dulu. Seluruh dunia sedang iblis kondisikan untuk menjadi seperti Babel yang Alkitab sebut sebagai “Babel Besar” (Why 17:5) atau yang akan kita kenal sebagai “Tatanan Dunia Baru”.  Pada masa itu, seluruh bangsa di dunia ini akan menjadi satu dan akan dipimpin oleh pemimpin tunggal yaitu Antikris. Sekalipun di setengah pertama masa pemerintahannya antikris akan muncul dan memimpin dunia ini melalui cara-cara perdamaian, namun di setengah masa terakhir kepemimpinannya Antikris akan memimpin dunia ini secara otoriter/tirani seperti Nimrod memimpin Babel dulu yaitu dengan menindas rakyatnya dengan kekerasan dan kekejaman. Itu dikarenakan untuk memastikan bahwa seluruh dunia mau tunduk pada kepemimpinan dan menyembah dirinya sebagaimana orang menyembah Tuhan.

Alkitab mencatat bahwa kekejaman Antikris akan melebihi berbagai kekejaman yang pernah ada di sepanjang sejarah dunia ini. Bahkan kekejaman para diktator dunia yang pernah muncul di dunia ini tidak akan pernah bisa menandingi kekejaman Antikris. Alkitab mencatat:

“Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.” (Mat 24:21)

Dalam bahasa aslinya (Yun.) kata “siksaan” pada ayat di atas ditulis dengan kata “thlipsis” yang secara harafiah berarti “tekanan”, namun sering diterjemahkan sebagai kesengsaraan, penganiayaan, penderitaan atau “kesusahan hidup”. Dalam bentuk verbal berarti “diperas” atau “dicubit” hingga berdarah.

Pada waktu Tuhan Yesus mengajarkan tentang “dua jalan” (Mat 7:13-14) dimana yang satu adalah jalan yang lebar namun menuju kebinasaan dan jalan yang satu adalah jalan yang sempit namun menuju kehidupan kekal, dalam terjemahan aslinya (Yun.) kata “sempit” dalam pelajaran tersebut menggunakan kata “thlibo” yang salah satu artinya adalah berdarah karena gesekan yang disebabkan karena jalan sempit, itu dikarenakan kedua belah sisi dinding jalan sempit tersebut merupakan dinding batu granit yang sangat kasar.

Thlipsis
Kata thlipsis merupakan kata yang asal katanya dari thilibo, yang kedua-duanya memiliki arti yang hampir sama yaitu penderitaan/aniaya (terkadang hingga berdarah), hanya saja thlipsis berdarah karena “ditekan”/“diperas”/“dicubit”. Sedangkan dalam kata thlibo, seseorang berdarah diakibatkan karena jalan sempit yang memiliki dinding sangat kasar.  Jadi, pada waktu Tuhan Yesus mengumpamakan perjalanan seseorang menuju surga seperti seorang yang melewati jalan yang sempit adalah jalan bukan hanya sempit, namun juga kasar sehingga untuk melewatinya seseorang mungkin saja “berdarah”. Melalui pengajaran ini, Tuhan Yesus sedang memperingati para murid-murid-Nya (termasuk Gereja-Nya kini) bahwa barangsiapa mengikut Tuhan pasti akan mengalami banyak aniaya (II Tim 3:12), baik aniaya biasa (yang tidak sampai mencucurkan darah, Ibr 12:4), atau terkadang sampai mengalami aniaya yang mengakibatkan mencucurkan darah (Ibr 11:33-37), atau bahkan sampai mengantarkan kepada kematian/martir (II Kor 3:7).


Tidak memerlukan waktu lama untuk melihat penggenapan apa yang Tuhan Yesus katakan tentang aniaya ini, hanya 3 tahun setelah Tuhan Yesus terangkat ke surga, Stefanus, mati sebagai martir pertama dengan cara dirajam/dilempari batu (Kis 7:54-60); Kemudian disusul oleh Yakobus saudara Yohanes mati ditangan Herodes; Kemudian Matius, Paulus dan akhirnya orang-orang Kristen yang berada di daerah kekaisaran Romawi hingga di seluruh dunia mengalami aniaya hebat dan kebanyakan menjadi martir. Darah bercucuran dan tertumpah bagi mereka yang sedang berjalan melalui pintu sempit menuju surga (Mrk 10:30).

Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen tidak pernah berhenti. Tahun berganti tahun, abad berganti abad, bahkan hingga dua kali pergantian millenium, penganiayaan terhadap orang-orang Kristen tetap terjadi. Dari mulai penangkapan para pemberita Injil, pembakaran gereja, pelarangan beribadah hingga penganiayaan berat seperti hukuman mati, dibakar hidup-hidup, dipenjara di bawah tanah, bahkan digergaji (baca Ibr 11:36-38), hingga aniaya-aniaya sadis seperti yang pernah terjadi pada masa lalu mereka. Penganiayaan silih berganti meninpa anak-anak Tuhan.

“Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.” (Yoh 16:2)


Masanya “kesusahan besar” 
Kita tadi telah melihat berbagai aniaya yang Gereja alami. Kita melihat bahwa aniaya-aniaya yang dialami Gereja sungguh mengerikan, tapi tahukah Saudara bahwa aniaya-aniaya sadis tersebut belum seberapa jika dibandingkan dengan masa aniaya yang akan terjadi, yaitu masa “kesusahan besar” pada waktu Antikris memerintah dunia ini secara otoriter kelak.

Tatanan Dunia Baru yang digembor-gemborkan oleh para anggota Illuminati yang penuh damai adalah tipuan belaka. Kehidupan yang lebih baik cita-cita Tatanan Dunia Baru adalah kebohongan antikris-antikris untuk mempersiapkan berkuasanya pemimpin mereka, yaitu Antikris, yang akan memimpin seluruh dunia ini dengan kediktatoran sangat-sangat kejam. Penganiayaan seperti apa yang dimaksud? Mrk 13:19 menggambarkan sebagai masa “Siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, dan yang tidak akan terjadi lagi.”

Kejahatan di bumi
“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” (Yoh 15:18)

Aniaya terhadap anak-anak Tuhan sudah terjadi sejak Adam dan Hawa keluar dari taman Eden. Aniaya terhadap anak-anak Tuhan oleh anak-anak dunia sebenarnya adalah peperangan rohani terhadap Tuhan (terang/kebenaran/kebaikan) dengan Iblis (kegelapan/dosa/kejahatan). Jadi, iblis dan anak-anak kegelapan menganiaya anak-anak terang sebenarnya karena iblis membenci Tuhan Yesus, Sang Terang itu.

Penganiayaan pertama yang dicatat Alkitab antara anak terang dan anak kegelapan adalah saat Habel oleh karena melakukan kebenaran dibenci dan akhirnya dibunuh oleh Kain, saudara kandungnya sendiri, yang tergoda iblis untuk melakukan kejahatan.
Kain membunuh Habil
Sejak saat itu, iblis mengajarkan berbagai kejahatan kepada manusia yang tertipu menjadi pengikutnya. Saat manusia bertambah banyak, iblis mengajarkan berbagai kekejian dan berbagai penyiksaan, yang tujuannya untuk MELATIH umat manusia yang tinggal dalam kegelapan agar sanggup saling membinasakan dan menganiaya orang-orang yang melakukan kebenaran.

Capital Punishment
Di dunia kuno, iblis mempertontonkan berbagai penyiksaan kepada orang-orang di dunia ini agar mereka melakukan hal-hal yang iblis ingin manusia lakukan, yaitu kejahatan. Iblis mempertontonkan penyiksaan melalui raja-raja lalim, para penguasa sadis yang menyiksa para

budaknya, tentara-tentara kejam yang menindas rakyatnya sendiri di depan umum dan para tawanan/hukuman yang dijatuhi hukuman mati. Di dalam terjemahan Inggris, “hukuman mati”, salah satunya diterjemahkan sebagai “capital punishment”.

Mengapa dikatakan demikian? Karena hukuman mati pada jaman dulu biasanya berupa penyiksaan pelan-pelan (agar terhukum mengalami kematian secara perlahan-lahan) dan dilakukan tempat-tempat umum seperti pusat kota atau balai kota (Capital), sehingga dikatakan sebagai Capital Punishment / “hukuman di balai kota” yaitu hukuman di depan umum. Penguasa-penguasa jaman dulu memang memperlakukan para terhukum mati dengan sangat kejam dan dilakukan di depan umum, menurut mereka ini dilakukan untuk menimbulkan efek jera agar orang-orang tidak melakukan kejahatan seperti yang para hukuman ini lakukan. Tapi sebenarnya ini adalah pekerjaan iblis, yaitu pekerjaan roh-roh jahat melalui para penguasa untuk mempertontonkan penyiksaan dengan maksud mewarisi berbagai kekerasan kepada masyarakat sehingga tercipta rantai kekerasan yang tak pernah terputus disetiap jaman dan generasi umat manusia. Hukuman penyiksaan di depan umum terbukti tidak menciptakan efek jera bagi yang melihatnya, tapi malahan akan menciptakan balas dendam yang tidak pernah putus.

Guillotined (alat pemancungan) Salah satu hukuman mati yang dipertontonkan di tempat umum
Di sepanjang sejarah, iblis telah mempertontonkan bermacam-macam penyiksa-an di depan umum, seperti melalui hukuman salib, tiang gantungan, penyesahan (cambuk), hukuman pancung, hingga arena gladiator yang mempertarungkan manusia dengan binatang buas. Dan ini terus berlangsung dari jaman ke jaman untuk menciptakan masyarakat keji, tak berkemanusiaan dan menanamkan bibit kekerasan, peperangan, penganiayaan, dan berbagai kekejian kepada siapa saja, dimana saja saat ada kesempatan.

Kekerasan dalam film
Saat dunia ini semakin modern, banyak manusia mulai mengerti tentang hak asasi manusia (HAM), penganiayaan terhadap manusia yang dipertontonkan di depan umum semakin berkurang. Bahkan di negara-negara maju, orang akan sangat sulit menemukan penganiayaan dan penyiksaan dipertontonkan. Sekalipun demikian kita jangan senang dulu, sebab iblis tidak tinggal diam tentunya, ia tetap harus memper-tontonkan kejahatan, kekejian dan pertumpahan darah kepada sebanyak mungkin masyarakat umum agar mereka tetap menjadi anak-anak kegelapan yang jahat.

“Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.” (I Yoh 5:19)

Di masyarakat dunia yang modern, dimana kebanyakan masyarakatnya telah menjunjung tinggi HAM dan telah menciptakan berbagai hukum untuk melindungi hak asasi manusia, kita memang sulit untuk dapat melihat kekerasan dan penganiayaan yang dipertontonkan seperti dulu kala, tapi tSau bahwa iblis punya banyak cara untuk tetap mempertonton-kan kekerasan dan tetap bisa menciptakan masyarakat modern namun tetap sadis, yaitu menggunakan media yang mengandung muatan-muatan kekerasan seperti game dan film. Dan kita akan membahas tentang film terlebih dahulu, sedangkan game akan dibahas pada kesempatan lain.

Berhubung film adalah media gambar (visual), di dalam film, kekerasan dan berbagai macam kekejaman dapat dipertontonkan iblis dengan sangat realistis. Di dalam film, berbagai kejahatan yang tidak bisa lagi di pertontonkan di depan umum dapat kembali di sajikan sebagai tontonan yang mengasyikan. Dari mulai perkelahian, perang, penyiksaan, hukuman mati, kekerasan, pertumpahan darah, pembunuhan, peng-gunaan berbagai macam senjata tajam dan senjata api, dan berbagai aksi brutal lainnya.



Beberapa film bahkan menggunakan material-material asli untuk menciptakan efek realitas sebuah film, seperti penggunaan senjata asli, darah asli dan adegan-adegan kekerasan secara nyata yang diperankan oleh ahlinya. Tapi yang paling menghawatirkan adalah dibuatnya film-film bergenre (jenis) yang mengeksploitasi pertumpahan darah, seperti jenis: psycho movie, yaitu film yang bertemakan tentang orang-orang gila/ maniak/kelainan jiwa yang senang menganiaya atau membunuh orang dengan kejam; kemudian jenis thriller movie, yaitu film-film yang mengerikan dan menonjolkan adegan-adegan kematian orang yang mengerikan, seperti pada film Final Destination; dan kemudian film berjenis splatter movie, yaitu seperti arti dari namanya “splatter” yaitu “berceceran” yang menonjolkan adegan-adegan bercecerannya darah. Bahkan beberapa film jenis ini telah dibuat versi 3D-nya agar aksi-aksi keji yang terdapat di film dapat dirasakan oleh penonton lebih realistis lagi.


Penganiayaan di depan umum memang sudah jarang ditemukan, tapi sangat mudah ditemukan di layar-layar bioskop. Film kekerasan dan aniaya, bahkan kekerasan dan aniaya yang tidak pantas ditonton oleh orang dewasa sekalipun, telah menjadi konsumsi mengasyikan. Perhatikan film di bawah ini...

Perhatikan juga film-film ini,


Ini sangat mengerikan. Itu hanya sebagian kecil dari film-film yang ada di sekitar kita. Film-film tersebut sangat mengerikan, mengabaikan norma-norma kehidupan, tidak berprikemanusiaan dan hanya menonjolkan kekejian terhadap sesama manusia yang diciptakan segambar dengan Allah.

Dalam film-film seperti ini dipertontonkan cara-cara penyiksaan yang kejam, menyakitkan dan lama, menggunakan alat-alat penyiksaan, seperti pisau sayat, tang, tergaji (saw), gergaji mesin (chain saw), kapak, setrum dan alat-alat jagal lainnya. Saya heran mengapa badan sensor AS bisa meloloskan film-film seperti ini dan mengizinkannya diputar bagi konsumsi masyarakat dunia dan warga negara AS sendiri? Atau mungkinkah para elit di pemerintahan AS yang menangani sensor perfileman juga merupakan para elit Tatanan Dunia Baru yang sedang bersinergi mempersiapkan dunia ini memasuki Tatanan Dunia Baru?

Film merupakan media audio visual (gambar dan suara secara bersamaan) yang sangat mempengaruhi aktifitas berfikir, belajar, pertimbangan dan kontrol emosi, otak dan mental para penontonnya. Film sangat mempengaruhi sikap dan prilaku orang yang telah menontonnya. Dan ini telah dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk mengubah pikiran para penontonnya menjadi seperti apa yang film tayangkan, yaitu sadis, tidak berprikema-nusiaan, suka menyiksa, tak berbelaskasihan, dan sebagainya. Anak-anak Tuhan, perhatikan apa yang Anda tonton. Perhatikan juga anak-anak kita, perhatikan apa yang mereka tonton. Firman Tuhan berpesan kepada kita:

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Flp 4:8)


Inilah perintah Tuhan yang iblis serang melalui pembuatan film dunia. Menciptakan manusia melawan Allah karena manusia TIDAK berfikir benar, mulia, adil, suci, manis, kebajikan, terpuji dan membuat berkata-kata kasar seperti yang film contohkan.

Agenda Tatanan Dunia Baru
Tidak ada satu film pun yang dibuat tanpa tujuan. Pasti ada agenda/pesan dari sang pembuat film yang hendak disampaikan kepada penonton. Di dalam film, terkandung pesan moral atau ajakan sesuatu, namun sayangnya banyak film yang mengandung pesan/agenda orang-orang jahat yang mengikuti perintah tuannya, yaitu iblis.

Salah satu pesan/agenda film yang berbahaya itu adalah agenda Tatanan Dunia Baru, yaitu sebuah agenda yang disisipkan di dalam film untuk mendukung, mengkondisikan dan membentuk masyarakat dunia yang menontonnya untuk mempersiapkan berdirinya sebuah pemerintahan tunggal yang kita kenal dengan “Tatanan Dunia Baru.”

Beberapa agenda telah kita bahas sebelumnya, dan yang akan kita bahas saat ini adalah salah satu agenda para elit Tatanan Dunia Baru yang cukup mengerikan. Yaitu mengkondisikan masyarakat yang sadis dan keji. Melalui banyak film, para elit Tatanan Dunia Baru sedang MELATIH masyarakat dunia dengan tayangan-tayangan kekerasan yang sangat sadis. Ini semua agar masyarakat dunia menjadi masyarakat yang sadis tentunya, atau paling tidak mereka sanggup menjadi sadis karena ada benih-benih kesadisan yang iblis tabur melalui tayangan-tayangan sadis.

Itu akan membuat manusia berfikir bahwa perkelahian adalah biasa, menumpahkan darah adalah hal yang menyenangkan, menyiksa orang bukanlah masalah berarti bahkan dianggap sebagai sebuah seni, dan sebagainya. Dan ini sudah terjadi, kita melihat bagaimana di bangsa ini orang menangani maling, copet, atau penabrak yang tertangkap (street justice) sungguh mengerikan bukan? Mereka sangat sadis, tidak berprikemanusiaan, tidak ada belas kasihan, bahkan tega membunuh atau membakar hidup-hidup. Begitu juga kita mendengar bagaimana berbagai kasus penembakan sadis terjadi di Amerika Serikat, bahkan beberapa kasus dilakukan oleh anak-anak di bawah umur; lalu maraknya kasus penculikan, penyekapan dan penyiksaan terhadap wanita, kasus mutilasi, meningkatnya kasus pembunuhan dengan kekerasan, kasus bullying dan sebagainya. Dari mana bisa orang dan anak-anak melakukan hal-hal keji seperti itu, jika bukan apa yang mereka saksikan, yaitu film kekerasan.

Babel – Kembali ke masa depan
Tirani yang terjadi di Babel dulu akan terjadi lagi di Babel Besar. Pemimpin tirani Babel, Nimrod, akan kembali berkuasa di Babel Besar, ia adalah Antikris. Diktator terakhir yang sangat-sangat-sangat kejam.

Sekalipun digembor-gemborkan sebagai masa yang “damai”, Tatanan Dunia Baru/ “Babel Besar” sebenarnya adalah masa yang mengerikan. Di 3,5 tahun pertama pemerintahan Antikris, dunia memang akan dipimpin menuju kedamaian sesaat, tapi setelah itu, yaitu di 3,5 tahun yang terakhir, Antikris akan menjadi diktator kejam seperti Nimrod dulu memerintah Babel. Masa pemerintahan Antikris adalah masa pertumpahan darah seperti belum pernah terjadi sebelumnya. Itu dikarenakan bukan hanya iblis yang ada di dalam Antikris adalah jahat, namun kediktatoran Antikris diperlukan untuk MEMAKSA seluruh dunia mau menyembahnya, mengenakan tandanya, yaitu tanda 666, dan tunduk pada peraturan-peraturan Antikris lainnya yang sangat memberatkan. Oleh sebab itu, selain mempersiapkan hal-hal teknis untuk mendirikan Babel Besar, antikris-antikris juga sedang mempersiapkan hal-hal pendukung seperti sebuah “pasukan sadis” untuk melakukan aniaya hebat kepada siapa saja yang tidak mau tunduk kepada Antikris.

“Pasukan” tersebut adalah masyarakat dunia ini sendiri. Melalui tayangan-tayangan kekerasan sadis di dalam film, antikris-antikris sedang mempersiapkan masyarakat dunia yang sadis, biasa terhadap pertumpahan darah, tega, dingin, penuh kebencian, tidak berprikemanusiaan, dan sebagainya... Jangan heran, sebab Alkitab menulis bahwa masa itu sebagai masa “siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, dan yang tidak akan terjadi lagi.” (Mrk 13:19)

Darah, darah dan darah. Orang Yahudi larilah selagi ada kesempatan...
Masa Babel Besar / Aniaya Besar adalah masanya pertumpahan darah. Jutaan orang, bahkan milyaran orang akan tewas dengan cara dibunuh dan dianiaya tirani pemerintahan Antikris. Sebenarnya di 3,5 tahun pemerintahan Antikris, dunia ini akan damai. Antikris muncul sebagai juru damai atas seluruh bangsa yang ada di dunia. Namun masalah muncul saat Antikris yang diagung-agungkan oleh sebagian besar penduduk bumi ini mulai menginginkan perlakuan lebih, yaitu disembah oleh seluruh penduduk bumi, tanpa terkecuali, semua orang harus menyembahnya sebagaimana mereka menyembah Tuhan. Disinilah tersingkapnya sifat asli dari Antikris, yaitu sebagai “pembinasa keji” (Dan 9:27;12:11; Mrk 13:14; II Tes 2:4; Why 13:14-15).

Bagi orang-orang dunia, menyembah Antikris mungkin bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Mereka telah menyaksikan bagaimana Antikris adalah tokoh yang berkharisma, juru damai, memiliki kekuatan supranatural yang sanggup mengadakan tanda-tanda ajaib dan telah dianggap sebagai mesias yang telah lama dinanti-nantikan dunia. Masalah timbul adalah bagi orang-orang Yahudi/bangsa Israel. Bagi orang Yahudi, tidaklah mungkin menyembah individu lain selain dari pada Allah (Yahweh). Hukum Taurat mereka berkata dengan tegas:

“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepada-nya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, ...” (Kel 20:3-5)


Bagi orang Yahudi menyembah individu lain selain Yahweh adalah murtad. Itu berarti, saat Antikris meninggikan diri, menuntut disembah dan duduk di Bait Allah orang Yahudi di Yerusalem, maka orang-orang Yahudi akan sangat menentang apa yang dilakukan Antikris tersebut. Tapi itu berarti kematian... Sebab dalam amarahnya yang hebat Antikris akan membinasakan orang-orang Yahudi. Inilah kengerian terakhir yang akan dialami umat pilihan Tuhan yang telah menolak-Nya dulu. Saat hal itu terjadi, Tuhan Yesus telah berpesan bagi orang-orang Yahudi:

“Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel —para pembaca hendaklah memper-hatikannya— maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.” (Mat 24:15-16)

Larilah..!
 Begitu kristisnya saat-saat itu, Tuhan Yesus sampai memerintahkan “larilah!” tidak ada pilihan lain, “larilah selagi ada kesempatan!”
Penganiayaan yang akan dialami oleh orang-orang Yahudi sungguh mengerikan, Tuhan Yesus mengambarkannya sebagai berikut:

“Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya —para pembaca hendaklah memper-hatikannya— maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. supaya semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.” (Mrk 13:14-19).

Antikris, garda/pasukan Antikris, hingga seluruh orang di dunia ini akan memburu dan menangkap orang Yahudi. Pada saat itu, orang-orang Yahudi, dimanapun mereka berada, akan mengalami aniaya yang paling parah dan paling hebat di sepanjang sejarah mereka. Bahkan pengejaran dan aniaya yang akan mereka alami akan melebihi penderitaan yang pernah mereka alami dulu sewaktu masa Holocaust oleh Hitler, atau pembantaian semasa perang salib, pembantaian semasa kekaisaran Romawi dulu dan aniaya-aniaya lain yang pernah mereka alami.



Akibat pengejaran dan aniaya yang mereka alami, Zak 13:8 mencatat bahwa setidaknya 2/3 (atau 66,6%) dari seluruh orang Yahudi yang ada akan tewas menggenaskan saat itu. Sedangkan sisanya, yaitu 1/3-nya akan sempat menyelamatkan diri, namun akan diburu habis oleh seluruh dunia ini, dan Nabi Daniel di dalam Dan 11:32 mencatat bahwa 1/3 dari 1/3 yang selamat akan tertangkap oleh karena penipuan dan berbagai jebakan, sedangkan sisanya akan Tuhan lindungi dengan cara yang ajaib. Darah akan memenuhi Yerusalem, dan di seluruh tanah Israel. Inilah saat pembalasan bagi orang-orang dunia dan Antikris yang telah lama menaruh kebencian dan dendam terhadap orang-orang Yahudi dan negara Israel. Mereka akan bersama-sama menumpas dengan kejam siapa saja yang ketahuan bahwa ia adalah keturunan Yahudi. Mengapa seluruh dunia membenci orang Yahudi?

Orang Kristen tertinggal, larilah selagi ada sempat ...
“Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” (Why 12:16-17)

Sekalipun sebagian besar orang Yahudi telah berhasil dibinasakan, namun itu tidak membuat Anitkris puas. Melihat sisa-sisa orang Yahudi dilindungi oleh Tuhan secara adikodrati, membuat Antikris lebih murka lagi. Dan untuk melampiaskan amarahnya kepada “keturunan yang lain”. Siapa yang dimaksud dengan “keturunan yang lain” itu? Mengacu pada Why 12:17 yang mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang “yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus”, hukum-hukum Allah adalah Taurat atau Perjanjian Lama sedangkan Kesaksian Kristus adalah Perjanjian Baru dan jika disatukan maka itu adalah Alkitab. Jadi dapat dipastikan bahwa mereka adalah orang-orang Kristen, yaitu orang-orang Kristen yang dulu tertinggal saat pengangkatan terjadi.


Ini akan menjadi penganiayaan global yang sangat mengerikan, sebab orang Kristen ada di seluruh dunia, jumlahnya jauh melebihi jumlah orang Yahudi, sehingga bisa dibayangkan pertumpahan darah yang akan terjadi pasti akan sangat-sangat mengerikan. Di setiap penjuru kota di dunia akan terjadi “capital punishment”, orang-orang Kristen akan diburu, ditangkap, dianiaya sebelum akhirnya dibunuh secara kejam. Disinilah “latihan” kekerasan dan berbagai aniaya yang iblis pertontonkan selama ini melalui film-film dan media lain akan dipraktekkan. Mengapa seluruh dunia membenci orang Kristen?

Iblis-lah yang membenci 
“Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.” (I Yoh 3:13)

Tidaklah sukar bagi Antikris untuk menghasut seluruh masyarakat dunia untuk membinasakan orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen, sebab sudah dari awal keberadaan orang Yahudi dan orang Kristen dunia memang membenci mereka. Mengapa? Dunia (sebenarnya iblis yang menghasut orang-orang dunia) sangat membenci kepada kedua golongan karena mereka adalah umat pilihan Tuhan (Ul 10:15; Mzm 33:12).


Orang Yahudi adalah keturunan Abraham secara daging (Yes 41:8) dan orang Kristen adalah keturunan Abraham secara roh (Gal 3:29) dan oleh karena mereka adalah keturunan Abraham, maka mereka anak-anak perjanjian (Rom 9:4) pewaris kerajaan Allah/ surga, tempat dulu iblis (Lucifer) tinggal. Itulah mengapa iblis (yang kemudian menghasut dunia ini) begitu membenci orang Yahudi dan orang Kristen. Mereka adalah anak-anak Allah, anak-anak terang, anak-anak kebenaran, imamat rajani, umat pilihan Allah (I Pet 2:9), sedangkan iblis dan anak-anak iblis adalah anak-anak kegelapan dan hamba kejahatan, yang nasibnya sudah ditentukan sebagai penghuni neraka.
Entah isu apa yang kelak akan diangkat oleh Antikris kepada dunia ini untuk melancarkan amarahnya dan mulai menganiaya orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen, namun yang pasti bahwa aniaya yang akan terjadi sangat-sangat dahsyat...

“Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.” (Why 17:6)

Ayat di atas melukiskan bahwa kekejian Antikris terhadap orang-orang Kristen sebagai seseorang yang “haus akan darah”. Sungguh mengerikan. Lalu, aniaya seperti apa yang akan melanda bumi ini di masa yang akan datang tersebut? Alkitab memberi gambaran sedikit apa yang akan terjadi:


1. Darah, darah dan darah.
“Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?” (Why 6:10)

Pada masa kesusahan besar, akan terjadi “pertumpahan darah” seperti belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi “Pertumpahan darah” yang dimaksud bukanlah arti perumpamaan, namun benar-benar pertumpahan darah yang akan melanda seluruh dunia ini. Dimana-mana darah, yaitu darah orang orang yang dibunuh secara kejam. Pertumbahan darah seperti apa? Dunia film sebenarnya telah memberikan bocoran sedikit seperti apa pertumpahan darah yang dimaksud.


Melalui film pembunuhan, splatter movie, psycho movie, dan film-film kekejian lainnya sebenarnya orang-orang perfilman sedang memberi sedikit gambaran profetik akan apa yang akan terjadi di dunia ini. Jangan menyukai film-film seperti ini, sebab itu artinya kita sedang menonton takdir yang akan dialami seluruh orang Kristen yang tertinggal pada saat pengangkatan terjadi.

2. Ditawan
“Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; ... Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus” (Why 13:10a,c)

Ditawan artinya: diburu, ditangkap lalu dimasukkan ke dalam penjara, tidak dibunuh, namun dipenjara untuk waktu yang tidak diketahui. Tapi jangan berfikir bahwa penjara yang dimaksud adalah penjara seperti sel tahanan para koruptor yang nyaman. Tidak! Penjara yang dimaksud adalah penjara seperti yang film-film splatter gambarkan, yaitu penjara gelap, lembab, dindingnya penuh bekas bercak darah (blood splatter) bekas penyiksaan orang dan dilengkapi dengan berbagai alat-alat penyiksaan seperti yang film telah gambarkan. Ini sungguh mengerikan, sebab tawanan akan disiksa dengan berbagai alat-alat penyiksaan namun tidak dibiarkan mati sehingga mereka akan merasakan kesakitan untuk waktu yang lama. Tujuannya apa? Agar mereka mau meninggalkan iman mereka terhadap Kristus dan mau menyembah Antikris, menerima tanda 666 dan mau memberitahu dimana teman-teman mereka yang lain bersembunyi.




Sekali lagi, Tuhan Yesus telah mengingatkan umat- Nya bahwa pada masa itu orang-orang tertinggal akan mengalami “siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, dan yang tidak akan terjadi lagi” (Mrk 13:19). Siksaan seperti apa yang pernah terjadi? Berikut beberapa siksaan yang pernah dunia lakukan terhadap anak-anak Tuhan:

“Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjara-kan. Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.” (Ibr 11:36-38)
“Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza...” (Hak 16:21a)
“Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan.” (II Kor 11:24)

Dan masih banyak lagi... Aniaya “yang pernah terjadi” terhadap anak-anak Tuhan saja sudah begitu mengerikan, lalu aniaya seperti apa yang akan terjadi jika dikatakan “seperti yang belum pernah terjadi”? Ini pasti akan menjadi pintu yang sangat-sangat-sangat sempit dan sangat tajam (“thlipsis”) agar seseorang yang mengaku pengikut Kristus bisa tetap mempertahankan imannya. Sulit sekali, darah akan tercurah dan bahkan seseorang harus tewas sebagai martir untuk tetap mempertahan-kan imannya. Oleh sebab itu, saat ini, selagi ada kesempatan, marilah kita sungguh-sungguh mengikut Tuhan Yesus, agar kita terangkat saat penggangkatan itu terjadi dan terhindar dari segala malapetaka yang akan menipa dunia ini.


Semoga Allah sendiri yang memberikan kita sejahtera, menjadikan kalian orang yang sungguh-sungguh hidup khusus untuk Allah. Semoga Allah menjaga dirimu seluruhnya, baik roh, jiwa maupun tubuhmu, sehingga tidak ada cacatnya pada waktu Tuhan kita Yesus Kristus datang kembali.” (I Tes 5:23, BIS)

3. Dibunuh oleh “pedang”
“...Barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.” (Why 13:10b)


Satu lagi takdir yang harus dihadapi umat percaya saat itu adalah “mati oleh pedang”. Saat Yohanes melihat penglihatan apa yang akan terjadi di akhir jaman, ia melihat bahwa ada sebagian umat percaya akan ditentukan mati oleh “pedang”. Di dunia modern seperti saat ini dan masa yang akan datang, penggunaan pedang sangat jarang, bahkan tidak digunakan lagi. Tapi kata “pedang” di ayat tersebut digunakan Yohanes untuk menerangkan kepada orang-orang sejamannya dalam mengambarkan  senjata modern (kemungkinan senjata api dan sebagainya) yang digunakan untuk membunuh banyak umat percaya yang memang sudah ditentukan untuk mati seperti itu.

Tidak sulit untuk Antikris menyulut kekerasan seperti itu, sebab penggunaan senjata sebagai alat eksekusi mati sering disaksikan manusia bahkan sejak masa kecil mereka, perhatikan contoh film-film di atas, bukankah itu tidak pantas untuk ditonton? Banyak film mempertontonkan realitas kekerasan dan pembunuhan secara dingin saat ini, ini merupakan “pesan terselubung” iblis yang dikirimkan ke otak manusia (yang sering menonton film kekerasan) sehingga aksi brutal tersebut tersimpan dalam memori manusia yang suatu saat akan digunakan, sehingga manusia menjadi mesin pembunuh yang keji namun dingin, yaitu tidak merasa bersalah saat melakukannya.


Saat ini saja, saat Roh Kudus masih ada di dunia, aksi kekerasan sudah begitu mengerikan. Anak sekolah saling tawuran hingga tewas, aksi kekerasan remaja geng motor, pembunuhan anak terhadap orang tua dan sebaliknya, pembunuhan masal dan sebagainya, sudah begitu mengerikan, bagaimana kelak saat Roh Kudus diangkat bersama-sama umat percaya dan Antikris berkuasa atas seluruh dunia ini? Keadaannya pasti sangat-sangat keji dan mengerikan bukan? Anak-anak Tuhan berjaga-jagalah, jangan sampai ketinggalan! Keadaan dunia sangat-sangat mengerikan saat itu.

“Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.” (Ibr 4:1)

Memang janji keselamatan masih berlaku bagi umat yang ketinggalan, namun mereka harus membayarnya dengan nyawanya sendiri.

4. Dipenggal kepalanya
“... Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepala-nya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyem-bah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; ...” (Why 20:4)

Satu lagi takdir yang akan menimpa anak-anak Tuhan tertinggal adalah dipenggal kepalanya. Disinilah kata “pedang” dalam Why 13:10b akan berarti kata pedang yang sesungguhnya, yaitu pedang-pedang yang biasa untuk digunakan untuk memenggal kepala. Tapi kemungkinan alat yang digunakan akan bervariatif seperti Guillotine (alat pancung), samurai, pisau/kapak besar, gergaji /gergaji mesin seperti yang film-film splatter gambarkan dan yang dicatat Ibr 11:36-38, atau bahkan pisau-pisau kecil untuk meningkatkan efek aniaya.



Namun pada intinya adalah akan banyak umat percaya yang ketinggalan akan mengalami kematian dipenggal kepalanya. Mengapa? Karena mereka menolak untuk menyembah Antikris dan menolak menerima tanda 666 di dahi dan tangan mereka. Sebab mereka adalah orang-orang yang memegang “kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah”, mereka megetahui Firman Tuhan yang mengatakan bahwa jika mereka menerima tanda dan menyembah Antikris maka mereka akan dilemparkan ke dalam neraka untuk SELAMA-LAMANYA di akhir jaman...

"Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya." (Wahyu 14:11)


Film dan agenda iblis
Banyak film dibuat dengan tujuan tertentu dan tujuan tersembunyi. Apalagi film-film yang dibuat oleh para elit Tatanan Dunia Baru. Para elit dibalik perfilman telah menggunakan berbagai tema film untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka telah menggunakan tema-tema tertentu untuk mengiring masyarakat dunia memasuki Tatanan Dunia Baru. Bahkan tanpa disadari, mereka telah menyedot uang kita untuk tujuan mereka tersebut, yaitu dari setiap uang yang kita “sumbangkan secara sukarela” kepada mereka dengan membeli setiap tiket bioskop yang kita beli, dari setiap keping VCD/DVD/BlueRay dan iuran-iuran TV kabel yang kita keluarkan.



Kita telah melihat bagaimana film telah menjadi alat “pembelajaran” bagi dunia untuk menjadikan dunia yang cabul. Dengan tema-tema dan sisipan-sisipan adegan seksual, para elit perfilman sedang membangun masyarakat yang cabul dan menjadikan dunia ini seperti Sodom dan Gomora untuk mendirikan Babel Besar yang cabul. Kali ini kita telah melihat bagaimana para elit perfilman sedang “melatih” masyarakat dunia untuk menjadi masyarakat yang keji untuk mempersiapkan mereka memasuki Babel Besar yang “mabuk akan darah orang-orang kudus dan saksi-saksi Yesus” (Why 17:6).

Kita tahu betapa jahatnya pesan-pesan terselubung yang terkandung di dalam film-film dunia. Banyak film tidak layak untuk ditonton sama sekali dan dibuat untuk merusak pikiran manusia untuk menjadi jahat dan berdosa. Itu dikarenakan film-film dunia dibuat untuk mempersiapkan masyarakat dunia membangun, mempersiapkan dan memasuki rencana para elit pembuatnya, yaitu TATANAN DUNIA BARU.
Sekali lagi pesan Tuhan kepada kita :

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Fil 4:8)

Hindari tontonan-tontonan yang akan merusak pikiran kita sehingga kita tidak kudus dihadapan-Nya.



Source : Buletin Doa Edisi ke-183/Januari 2014
Credit : Mr. Victor S.

No comments:

Post a Comment