"A thousand may fall at your side,
And ten thousand at your right hand;
But it shall not come near you. " (Psalm 91:7)

Sunday, August 9, 2009

Generasi Yosua


Kepemimpinan dari Musa kepada Yosua

Generasi Yosua adalah generasi pertama yang dibawa oleh Musa keluar dari Mesir. Generasi yang suka menggerutu, dan dididik oleh Tuhan selama 40 tahun di padang gurun.
Selama bangsa ini dalam pimpinan Yosua, mereka mengalami kesuksesan dan kemenangan, karena Yosua seorang pemimpin atau figure yang mentaati firman Tuhan.

Yosua adalah satu tokoh yang terkenal di dalam Perjanjian Lama, ia adalah seorang prajurit, pemimpin yang berkarisma, serta seorang administrator. Yosua adalah orang yang dipenuhi Roh Kudus, dia telah ditugaskan sebagai pengganti Musa.
Yosua memiliki arti "Tuhan menyelamatkan" Yosua adalah lambang (atau wakil) Yesus Kristus ketika menuntun umat Allah memasuki tanah perjanjian dan menuju kemenangan atas musuh2 mereka.

Karakter Yosua
1. Yosua adalah pelayan Musa yang memiliki hati hamba (Kel 24:13, Bil 11:28, Yos1:1)
Yosua pergi bersama Musa ke atas gunung ketika Musa menerima Hukum Allah. Yosua memiliki hati hamba dan rendah hati melayani Musa. Allah selalu mempromosikan orang2 yang memiliki hati hamba.

2. Yosua terdidik dalam peperangan (rohani) memimpin bangsa Israel melawan bangsa Amalek (Kel 17)
Yosua memimpin bangsa Israel berperang melawan Amalek (yang menggambarkan perbuatan2 kedagingan). Perintah Tuhan kepada Yosua adalah bangkit dan bersiap-siap. Bersiap artinya bergerak dan pindah dari Sitim (hidup dalam kedagingan) menuju
Sungai Yordan (hidup di alam roh, yaitu berdoa). Hanya melalui doa, kita bisa mematikan daging kita dan membawa kita masuk ke dalam alam roh dan hadirat Tuhan dan mencari wajah-Nya.

3. Yosua adalah orang yang lebih penting menyenangkan Allah daripada menyenangkan orang (Bil 14:6,10)
Yosua adalah salah seorang dari kedua belas pengintai yang telah melihat tanah perjanjian. Yosua dan Kaleb adalah dua orang dari dua belas pengintai yang membawa laporan yang baik dari Tanah perjanjian.
Kesepuluh pengintai lainnya malah menimbulkan ketakutan dan ketidakpercayaan dalam diri umat tersebut sehingga mereka menolak tanah perjanjian dan tidak masuk ke dalam maksud2 Allah (Bil 13:31-33)
Yosua hampir dirajam karena berdiri mempertahankan apa yang benar (Bil 14:10)

4. Yosua penuh dengan iman (Bil 14:6-8)
Dengan memegang janji Tuhan ini,Yosua beriman :
Ia akan memimpin 2 juta orang mnyberangi sungai Yordan, dan Tuhan membuat air sungai Yordan kering.
Ia memimpin orang Israel mengelilingi tembok Yerikho dan tembok itu rubuh.
Ia memerintahkan matahari berhenti di atas Gibeon dan bulan di atas Ayalon (Yos 10:12)
Ia menyerang orang Kanaan di dekat mata air Meron dan Tuhan menyerahkan musuh2 ke dalam tangan mereka (Yos 11:6-11)

Kuncinya : Yosua memegang dan percaya kepada janji Tuhan. Hidup sesuai firman Tuhan. Akibatnya bangsa itu beribadah kepada Tuhan sepanjang zaman Yosua dan sepanjang hidup para tua2 yang hidup lebih lama dari Yosua (Hak 2:8)

5. Yosua penuh dengan Roh Allah (Bil 27:18) dan sepenuhnya mengikuti Tuhan (Bil 32:12)
6. Yosua merenungkan Firman Allah setiap hari dan mentaati perintah perintah-Nya (Yos 1:8)
Sepanjang hdupnya Yosua melakukan seperti yang Tuhan perintahkan dalam janji-Nya dan Tuhan menghargai ketaatannya.

Karakter Yosua muda :
1. Yosua hanya menyatakan hal yang benar dengan ketaatan melakukan hal-hal kecil.
2. Tidak membiarkan kepercayaannya goyah karena ancaman orang lain sekalipun harus mati karenanya.
3. Yosua akan tetap berdiri di antara yang benar sekalipun mungkin minoritas.
4. Hormat pada otoritas di atasnya.

Syndrom generasi setelah Yosua adalah sebagai berikut :
1. Suam2 tidak panas dan tidak dingin hubungannya dengan Tuhan.
2. Puas dengan keadaannya sendiri baik apa yang sudah dicapai maupun di masa depan.
3. Lesu terhadap kebenaran Firman Tuhan.

Strategi Allah supaya syndrom seperti ini tidak terjadi pada generasi setelah Yosua :
Tuhan tidak membiarkan generasi ini hidup dalam kenyamanan. Oleh sebab itu, ketika kita bertobat Tuhan tidak pernah mencabut kelemahan kita atau kedagingan kita.
Banyak kesulitan, masalah, yang harus kita hadapi dalam hidup bahkan banyak kebutuhan yang harus kita penuhi. Tuhan memakai kelemahan, masalah dan kesulitan yang terjadi di dalam hidup kita dengan tujuan untuk melatih kita dalam peperangan rohani, Ia menentang kelesuan dan Ia mengajar kita untuk selalu percaya kepada-Nya.
Kegagalan dan krisis menjadi pelajaran bagi kita, dimana Tuhan menunjukkan cara berperang dan percaya kepada-Nya.

disarikan dari Buletin Doa Edisi 126

1 comment:

  1. Di akhir Hidupnya menjadi apa? dan apa hbungannya dgn sikap optimis?

    ReplyDelete